Hi,
semuanya. Nama gue endah, dan gue mau berbagi cerita hidup gue yang menurut gue
ini perlu gue bagikan. Ceritanya mengenai gue bergaul, berkomunikasi, dan
berpendidikan. Singkat cerita gue adalah salah satu mahasiswa semester mau ke
akhir, ya semester tanggung gitu deh. Hehehe
Pertama
kita bahas soal pendidikan gue disekolah. Bisa dibilang gue adalah orang yang
beruntung. Kenapa bisa dibilang beruntung, karena gue dari duduk disekolah
dasar sampai sekarang di universitas beruntung dalam hal akademik, ya Cuma
sekarang gue agak mengubah image gue itu yang menurut gue menggangu bagi hidup
gue, yaitu ORANG PINTAR!.
Maaf
bukan sombong atau pamer tapi kenyataannya seperti itu, pas disekolah dasar
dari kelas satu sampai enam gue adalah orang terpintar dikelas, yaitu mendapat
peringkat satu dalam hal akademik. Dan di sekolah menengah pertama gue juga
beruntung, yaitu mendapat peringkat yang turun naik tapi di empat besar. Di
sekolah menengah kejuruan, gue juga jadi siswa terbaik saat itu, karena pintar
dalam hal akademik dan juga aktif di organisasi. Di SMK gue adalah orang yang
mendapat peringkat satu selalu saat pembagian hasil dari semester ganjil
ataupun genap.
Oh
iya, gak cuma dalam bidang akademik tetapi gue juga aktif di organisasi yang
gue suka. Gak Cuma dari SMP gue aktif, tapi saat sd pun gue aktif menerima
bantuan dari guru untuk mengurus teman – teman saat itu, dan gue rasa keputusan
teman – teman adalah keputusan gue. Berawal dari SD, gue menjadi orang yang
sangat aktif dalam non akademik, akhirnya keterusan sampai ke SMP. Di sana gue
masuk dan mendaftarkan diri ke OSIS!. Bukan hal yang menarik bagi gue saat itu,
tapi y ague pengen aja disitu gue bisa aktif. Diluar dari osis gue adalah
seorang komandan paskibra di SMP itu juga, dan merupakan seorang ketua paskibra
di sekolah itu. Di OSIS gue menjabat sebagai wakil ketua osis, dan itu pas gue
kelas 2.
Lalu,
di SMK yang menurut gue paling sibuk. Mendaftarkan diri sebagai pengurus OSIS
kembali, dan juga kembali menjadi wakil ketua disaat gue kelas 1 SMK. Namun,
waktu itu ketua gue mengundurkan diri menjadi ketua osis, akhirnya gue yang
menggantikan sebagai PLT (Pelaksana Tugas). Gak berenti sampai disitu, kelas 2
gue kembali menjabat menjadi KETUA OSIS, yang pada saat itu tidak ada PEMILIHAN
KETUA OSIS seperti yang dilakukan ditahun sebelumnya. “Gak boleh ada yang maju
jadi calon ketua osis, dan gak ada yang berani jadi ketua osis ngelawan kamu”
itu adalah kata – kata yang sampai sekarang gue inget. Di SMK juga gue ngurusin
ekskul, gue merupakan founder basket, futsal perempuan. Tapi nihil ketika gue
udah kelas 3 semuanya pasif, dan akhirnya gue ga dianggap sebagai founder
disitu.
Melihat
dari cerita diatas mungkin orang akan anggep gue sebagai orang yang sangat
kaku, tapi jujur gue gak seperti itu. Emang si, gue kaku tapi gue selalu nyoba
untuk tetap santai sama orang kok, dan gak jaim apalagi malu saat ketemu orang.
Dari latar belakang organisasi gue disekolah, disitu muncul kpribadian gue yang
sangat menguntungkan. HUMBLE, PERCAYA
DIRI, PUBLIC SPEAKING BAGUS, MUDAH BERGAUL, DAN DIPERCAYA. Sikap itu gue
percaya didapat ketika gue mengikuti organisasi yang selama ini gue jalanin.
Sangat menguntungkan, sangat membuat nyaman, dan bahkan bisa dipercaya oleh
orang lain adalah hal yang langka bagi gue, apalagi sesuatu yang sangat
penting. Oh iya, satu lagi. Gue juga dianggap BISA oleh orang lain, teman,
bahkan lingkungan sekitar rumah gue karena aktivitas yang udah gue lakuin itu.
Tapi,
semua itu ada resikonya lho. Pertama, gue dicap sebagai orang pinter yang
menurut gue itu sangat mengganggu, dan gue juga gak mau dianggap sebagai orang
pinter. Karena bagi gue kepintaran adalah usaha. Sampai dimana ada temen gue
yang bilang “Alah, otak lu mah beda kan” itu ketika lagi ngomongin pelajaran
yang gue anggap itu mudah tapi gak gue omongin Cuma dihati aja, eh dia malah
bilang gitu pas gue ngomong “masa sih kok gak bisa, dimana yang sulit?”.
Seketika gue takut menjadi orang yang sombong saat itu. Atau bahkan ada temen
yang bilang gini “sekarang bilangnya gak belajar, taunya kelar duluan” itu
adalah kata – kata yang sering gue denger pas lagi ujian. Padahal kan balik lagi ke yang gue bilang
“Pintar itu adalah USAHA”.
Gak
berhenti sampai situ. Selain dianggap sebagai orang pintar dan ketika nilai lu
jelek itu dianggap sebuah kemustahilan adalagi yang sampai sekarang gue inget
yaitu, “udahlah gausah perhatiin gurunya, lagian yang diajak ngomong cuma
rombongannya endah” kata – kata itu emang gak kasar sih, Cuma entah kenapa gue
selalu inget dan trauma dengan kata – kata itu.
Hm.
Capek banget denger semua omongan itu. Capek banget liat mereka seolah – olah
mandang gue sebagai orang yang pintar, bahkan ada yang bilang gue “TERLALU
AMBIS” dalam mengejar nilai, padahal balik lagi PINTAR ITU USAHA.
Gak
Cuma masalah pendidikan yang gue sesalin di hidup gue ini, organisasi juga
bikin gue nyesel kalo gue inget. Tapi gue berterimakasih kepada ORGANISASI yang
pernah gue jalanin, apapun itu. Nyeselnya adalah WAKTU. Gue gapunya waktu
dengan dunia emas gue yang katanya harus dijalanin itu. Gak ada yang namanya
seneng – seneng disekolah. Gue hanya mengurusi masalah organisasi bahkan kadang
gue juga ngurusin structural sekolah, yang menurut gue itu gak seharusnya gue
kerjain. Selain gapunya waktu untuk senang – senang “DEWASA SEBELUM WAKTUNYA”
itu juga selalu terngiang dalam benak gue, nyesel si engga, Cuma kadang gue
mikir, ngapain gue harus capek – capek berusaha untuk dewasa dalam hal berpikir
kalau ujungnya gue gapunya cerita disekolah.
Ketika
gue pertama masuk kuliah, banyak orang yang selalu bercerita tentang
sekolahnya. Hobi, bolos, bandel, main, senang – senang selalu itu yang gue
denger. Dan bahkan ketika gue cerita soal sekolah gue, dibilang kalau gue
“sibuk”. Bagi gue itu ganggu.
Sepele
si emang permasalah gue, sampai gue pikir gue ini gapunya kenangan disekolah,
dari SD sampai SMK gue gapunya kenangan. Hanya sibuk mengejar nilai,
organisasi. Udah itu aja, gak ada yang lain yang gue kejar, bahkan gue dapat
temen juga ya Cuma dari organisasi aja. Sedih ya.
Mungkin
itu aja yang bisa gue bagiin sekarang, karena gue udah mentok banget. Hehehehe
Sampai
jumpa ditulisan gaje berikutnya……..

